![]() |
| UKW Angkatan XXIV yang digelar PWI Kalsel. (FOTO:IST) |
JURNALBANUA.COM, BANJARMASIN – Sebanyak 23 wartawan dinyatakan kompeten setelah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan XXIV yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Selatan (Kalsel). PT Adaro Indonesia dan Alam Tri mendukung kegiatan tersebut hingga resmi ditutup pada Jumat (30/10/2026).
Selama dua hari, sejak Kamis, para peserta menjalani seluruh tahapan ujian di Sekretariat PWI Kalsel, Jalan Hidayatullah, Banjarmasin.
Panitia mencatat 24 peserta mengikuti UKW yang terbagi dalam empat kelas, yakni dua kelas wartawan muda dan dua kelas wartawan madya. Namun, satu peserta mengundurkan diri sehingga tidak menyelesaikan seluruh tahapan ujian. Dengan demikian, 23 peserta berhasil meraih predikat kompeten.
Salah satu penguji, Sabirin HA Syukran Nafis, berharap para peserta mampu membuktikan predikat kompeten tersebut melalui peningkatan kualitas karya jurnalistik.
Ia menekankan bahwa kelulusan UKW harus menjadi motivasi bagi wartawan untuk menghasilkan pemberitaan yang semakin baik dan berkualitas.
“Mudah-mudahan setelah kalian sudah kompeten, lebih bagus lagi hasilnya,” ujarnya saat penutupan kegiatan.
Penguji lainnya, Iskandar Zulkarnain, yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat sekaligus Ahli Pers Dewan Pers, mengingatkan bahwa kompetensi wartawan tidak cukup hanya dibuktikan melalui kelulusan UKW.
Menurutnya, wartawan harus mampu menghasilkan berita berkualitas dengan menggali fakta, menguji keterangan narasumber, serta melakukan verifikasi secara mendalam sebelum menyampaikan informasi kepada publik.
“Wartawan itu harus menggali sampai ke akarnya. Nilai utama profesi wartawan terletak pada kemampuan melakukan verifikasi, menggali fakta dan menghadirkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” tegasnya.
UKW Angkatan XXIV ini juga menghadirkan kisah menarik dari salah seorang pesertanya. Eka Triyatna Shanty, wartawan Indonesia yang menetap di Uzbekistan, rela menempuh perjalanan udara selama 32 jam untuk mengikuti ujian di Banjarmasin.
Perjalanan panjang tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sebagai wartawan.
Kehadiran Eka sekaligus menunjukkan bahwa semangat meningkatkan kualitas profesi jurnalistik tidak mengenal batas geografis. Meski bekerja dan menetap di luar negeri, ia tetap menyempatkan diri mengikuti UKW sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas dan profesionalismenya di dunia jurnalistik.(saa/ibr/jb)
