JURNALBANUA.COM, BALANGAN - Pemerintah Kecamatan Lampihong, Kabupaten Balangan, terus memperkuat langkah strategis dalam mengawal agenda prioritas nasional terkait pemenuhan gizi anak di Gedung Serbaguna, Selasa (30/6/2026). Melalui penyelenggaraan agenda Rembuk Stunting yang berpusat di Gedung Serbaguna Kecamatan Lampihong, seluruh pemangku kepentingan berkumpul untuk menyatukan visi. Langkah konvergensi ini sengaja ditempuh guna memastikan koordinasi intervensi penurunan stunting dapat berjalan lebih padu, terukur, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat desa.
Pertemuan penting ini tidak hanya melibatkan jajaran
birokrasi, melainkan turut mengintegrasikan berbagai unsur teknis kesehatan di
lapangan. Tim dari Puskesmas Lampihong hadir secara lengkap, mulai dari bidan,
petugas gizi, ahli kesehatan lingkungan, hingga petugas promosi kesehatan.
Selain sektor medis, kolaborasi ini juga diperkuat oleh keterlibatan perwakilan
Kantor Urusan Agama (KUA), Penyuluh Keluarga Berencana (KB), unsur TNI-Polri,
serta jajaran aparatur desa yang memegang peran sentral dalam eksekusi program
di pemukiman warga.
Dalam forum tersebut, dimensi pengasuhan anak mendapatkan
sorotan khusus, terutama menyangkut dinamika peran di dalam rumah tangga.
Penyuluh KB Kecamatan Lampihong, Ujianto Rahman, menggarisbawahi bahwa
intervensi stunting tidak boleh hanya bertumpu pada peran seorang ibu.
Menyelaraskan dengan momentum Hari Keluarga Nasional yang mengusung tema
"Ayah Wajib Hadir", ia menegaskan bahwa keterlibatan aktif figur ayah
merupakan fondasi krusial untuk memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal
tanpa hambatan nutrisi maupun psikologis.
Di sisi lain, aspek pemantauan berkala terhadap indikator
capaian juga menjadi poin utama yang dibahas di dalam forum. Kepala Seksi
Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Lampihong, Barkatullah, memaparkan bahwa
rembuk stunting ini berfungsi sebagai wadah evaluasi menyeluruh atas program
kerja yang telah berjalan. Melalui transparansi data ini, pihak kecamatan dapat
memetakan wilayah mana saja yang memerlukan perhatian ekstra serta merumuskan
strategi penanganan yang lebih presisi untuk periode mendatang.
Barkatullah juga menekankan pentingnya komitmen nyata
dari para aparatur desa yang hadir untuk membawa hasil kesepakatan ini ke
komunitas masing-masing. Keterlibatan aktif dari utusan desa dinilai sangat
mendasar karena mereka bersentuhan langsung dengan posyandu dan keluarga
sasaran. Pihak otoritas kecamatan menaruh harapan besar agar setiap masukan
konstruktif yang lahir dari diskusi tersebut dapat diimplementasikan tanpa
menunda-nunda waktu demi menyelamatkan generasi masa depan.
Upaya kolektif ini diharapkan mampu menekan angka
prevalensi stunting di wilayah Lampihong secara signifikan melalui perbaikan
akses sanitasi, edukasi gizi, dan pemenuhan suplemen kehamilan. Sinergi yang
terjalin erat antara institusi keagamaan seperti KUA dan petugas promosi
kesehatan juga menjadi jembatan efektif untuk memberikan edukasi pre-natal
kepada pasangan calon pengantin. Melalui pendekatan preventif sejak dini, potensi
terjadinya kasus stunting baru di tengah masyarakat dapat diputus secara
struktural.
Sebagai penutup, forum ini melahirkan kesepahaman bersama
bahwa keberhasilan penanggulangan tengkes (stunting) memerlukan kerja keras
yang bersifat multipihak dan berkelanjutan. Segenap elemen di Kecamatan
Lampihong berkomitmen untuk mengawal jalannya aksi integrasi ini secara
konsisten dan transparan. Semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh lintas
sektor ini diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain di Kabupaten Balangan
dalam mewujudkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
(nia)
