![]() |
| Rapat Anggota Tahunan. (FOTO:IST) |
JURNALBANUA.COM, MARABAHAN – KSU Maju Bersama menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Pengelolaan Kebun Plasma Sawit Secara Jujur, Transparan, dan Profesional untuk Menjadi Kebun Berkelanjutan.”
RAT yang dimulai pukul 08.00 WITA itu dihadiri manajemen Pancaran Agro, unsur Forkopimcam, Dinas Koperindag, anggota biasa dan anggota luar biasa koperasi, serta anggota Komisi III DPRD Kabupaten Barito Kuala, Junaidin dan H. Marli.
Dalam kesempatan tersebut, Junaidin menegaskan komitmennya untuk mengawasi perkembangan kebun plasma sawit agar pengelolaannya berjalan sesuai harapan masyarakat dan anggota koperasi.
“Kami siap mengawasi perkembangan plasma sawit agar pengelolaannya berjalan baik, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, H. Marli berharap program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dapat dimaksimalkan untuk pembangunan infrastruktur di kawasan kebun plasma, khususnya ruas Jalan Taman Sari Bunga.
Menurutnya, jalan tersebut memiliki peran penting karena selain menjadi akses penghubung antar kecamatan, juga digunakan sebagai jalur angkutan kelapa sawit.
“Harapan kami, CSR perusahaan bisa sepenuhnya digunakan di area kebun, salah satunya untuk perbaikan ruas Jalan Taman Sari Bunga yang menjadi akses penting masyarakat dan angkutan sawit,” katanya.
Selain penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Tahun Buku 2025, agenda RAT juga dirangkai dengan pemilihan pengurus dan pengawas KSU Maju Bersama.
Ketua KSU Maju Bersama, Sukardiono, mengatakan bahwa dirinya yang kembali terpilih untuk memimpin lima tahun ke depan bersama PT Tiga Daun Kapuas dan manajemen Pancaran Agro akan terus berupaya meningkatkan hasil produksi kebun plasma sawit.
Sementara itu, General Manager PT Tiga Daun Kapuas Manajemen Pancaran Agro, Eko Wahyudi, menyampaikan bahwa capaian produksi kebun plasma sawit pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak perkebunan berdiri.
“Hasil kebun tahun 2025 mencapai 16.528 ton dari luasan lahan plasma sekitar 2.700 hektare sejak panen perdana pada 2019,” ujarnya.
Melalui RAT tersebut, koperasi diharapkan mampu memperkuat tata kelola kebun plasma sawit yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan anggota.(saa/ibr/jb)
