Bangun Ketangguhan Daerah, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Balangan Resmi Dibentuk





JURNALBANUA.COM, BALANGAN - Sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Balangan memasuki babak baru yang lebih inklusif dan kolaboratif. Hal ini ditandai dengan dikukuhkannya secara resmi jajaran kepengurusan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Balangan untuk periode masa bakti terbaru Selasa (26/5/2026). Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum krusial bagi daerah dalam menyatukan visi seluruh elemen, mulai dari birokrasi, akademisi, sektor swasta, media, hingga komunitas relawan akar rumput untuk bergerak bersama dalam satu komando proteksi lingkungan.

Kehadiran FPRB di Bumi Sanggam diposisikan sebagai wadah kemitraan strategis non-struktural yang menjembatani kebijakan pemerintah dengan keswadayaan masyarakat. Pemerintah daerah menegaskan bahwa kompleksitas ancaman bencana alam, seperti banjir musiman dan pergeseran karakteristik tanah, tidak bisa lagi ditangani hanya oleh satu instansi teknis saja. Forum ini dibentuk untuk memutus ego sektoral dan mengintegrasikan seluruh potensi yang ada, sehingga penanganan prabencana dapat berjalan lebih masif, terencana, dan berkelanjutan.

Dalam arahan pasca-pengukuhan, pimpinan daerah menitikberatkan agar pengurus FPRB yang baru dilantik segera menyusun cetak biru (blueprint) aksi nyata di lapangan dan menghindari program yang bersifat seremonial belaka. Fokus utama organisasi harus diarahkan pada pemetaan zonasi rawan bencana secara partisipatif di tingkat kecamatan hingga desa. Melalui pengumpulan data risiko yang akurat, daerah akan memiliki panduan yang kuat dalam menentukan skala prioritas intervensi penanganan serta meminimalisir potensi kerugian materiil maupun korban jiwa.

Di sisi lain, salah satu pilar kerja utama FPRB Balangan ke depan adalah penguatan edukasi dan budaya sadar bencana sejak dini di tengah pemukiman warga. Forum ini dituntut proaktif melakukan sosialisasi dan simulasi evakuasi mandiri, terutama menyasar kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak. Mengubah pola pikir masyarakat dari yang semula bersifat responsif (menunggu bantuan saat bencana terjadi) menjadi preventif (siap siaga dan tangguh sebelum bencana datang) merupakan tantangan kultural yang wajib diselesaikan.

Sinergitas antara FPRB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan juga akan terus dipererat sebagai motor penggerak utama di lapangan. Dukungan fasilitasi, penguatan kapasitas personel relawan, hingga penyelarasan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis kearifan lokal akan menjadi agenda reguler bersama. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan konsep "Desa Tangguh Bencana" yang mandiri dan memiliki ketahanan internal kuat dalam menghadapi dinamika perubahan iklim global.

Langkah pengukuhan forum ini juga mendapat apresiasi serta dukungan penuh dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan di Balangan. Keterlibatan aktif para pemuda di dalam struktur kepengurusan dinilai membawa energi segar, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial untuk penyebaran informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan edukatif. Kecepatan diseminasi informasi pra-bencana yang valid menjadi kunci krusial dalam menyelamatkan banyak nyawa saat situasi darurat di lapangan.

Sebagai penutup, pelantikan Pengurus FPRB Kabupaten Balangan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk langsung mengonsolidasikan kekuatan internal organisasi. Tradisi gotong royong masyarakat Banua menjadi modal sosial terbesar yang optimis mampu mempercepat tercapainya target-target mitigasi daerah. Melalui dedikasi tanpa pamrih dari seluruh pengurus yang baru dikukuhkan, Kabupaten Balangan siap melangkah maju menuju daerah yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, melainkan juga tangguh, aman, dan adaptif terhadap segala risiko bencana.


Space Iklan

Tags :

bm
Wahyudi

Situs pemberitaan online Jurnal Banua telah memiliki badan hukum dan terdaftar di Kemenkumham RI. Semua produk pemberitaan diolah melalui proses jurnalistik yang profesional dan bertanggungjawab.