Politeknik Kotabaru Coba Sulap Usaha Jahit Sebuku Jadi Produsen Modern - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Politeknik Kotabaru Coba Sulap Usaha Jahit Sebuku Jadi Produsen Modern

Politeknik Kotabaru Coba Sulap Usaha Jahit Sebuku Jadi Produsen Modern

Dosen Prodi Administrasi Bisnis Politeknik Kotabaru, Dayat Ikhsan H SPd MAB (kiri) saat memberikan alat produksi kepada warga Pulau Sebuku

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Politeknik Kotabaru tidak hanya mampu menelurkan pemuda-pemuda berbakat, tapi juga berkontribusi langsung meningkatkan perekonomian warga. Melalui pengembangan usaha jahit warga Sungai Bali Pulau Sebuku.

Pertengahan Juli tadi, melalui Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS), Politeknik mengirimkan beberapa dosen dan mahasiswa, melatih para penjatih metode bisnis skala modern.

"Mereka semua sudah pandai menjahit. Kendalanya adalah. Mereka tidak tahu cara memasarkan produk mereka," ujar Ketua Tim Pengabdi yang merupakan Dosen Prodi Administrasi Bisnis Politeknik Kotabaru, Dayat Ikhsan H SPd MAB, baru-baru kepada Jurnal Banua.

Ia memberikan contoh, pelang nama usaha pun tidak dimiliki pengusaha UMKM di Sungai Bali itu. Administrasi keuangan juga tidak ada.

"Produk mereka bagus, sayang tidak ada manajemennya. Ini sayang sekali," ungkap Dayat.

Untuk itu, mereka pun memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan, pemasaran dan korespondensi bisnis. "Juga ada bantuan unit produksi menjahit," tambahnya.

Pelatihan dan bantuan itu dianggarkan senilai Rp20,6 juta. Dananya berasal dari
Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti.

“Untuk melaksanakan program ini kami melibatkan dua orang dosen administrasi bisnis sebagai narasumber. Dan dua orang mahasiswa prodi administrasi bisnis," beber Dayat.

Dosen Prodi Administrasi Bisnis Politeknik Kotabaru, Dayat Ikhsan H SPd MAB (megang laptop) ketika memberikan materi bisnis kepada pengusaha UMKM jahit di Pulau Sebuku belum lama tadi



Program tersebut dilaksanakan selama enam bulan. Dari bulan Juli hingga Desember 2019. Dari tahap persiapan, pelatihan, pendampingan hingga monitoring dan evaluasi perkembangan usaha mitra.

Setelah melaksanakan pelatihan, selanjutnya akan dilakukan pendampingan secara teknis terkait penyusunan laporan keuangan. Bagaimana membuat surat atau proposal penawaran produk ke berbagai instansi.

"Selain itu, tim pengabdi dari dosen Politeknik Kotabaru akan melakukan monitoring terhadap perkembangan usaha mitra setiap bulan, mungkin sampai bulan desember," pungkas Dayat.

Sekadar diketahui, kegiatan itu sendiri merupakan bentuk pelaksanaan tri darma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian ke masyarakat. (JB)



Space Iklan

Tags

Posting Komentar