Hampang, Gara-gara Kayu Leher Digorok, Untung Kebal - Jurnal Banua
News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hampang, Gara-gara Kayu Leher Digorok, Untung Kebal

Hampang, Gara-gara Kayu Leher Digorok, Untung Kebal


Hanya karena kayu, empat orang pemuda tega bacok ayah dan anak. Walau si anak luka, tapi sang ayah tidak apa-apa, meski lehernya sudah digorok.

JURNALBANUA.COM, KOTABARU - Minggu (24/3) tadi, Hardi tergopoh masuk ke Mapolsek Hampang, Kecamatan Hampang. Di perbatasan Kotabaru, tepat di punggung Meratus.

Dengan wajah menahan kesal, ia melaporkan kejadian sehari sebelumnya. "Leher saya digoroknya dengan parang Ndan," ujarnya terbata.

Polisi kaget bukan kepalang. Hardi mengaku digorok lehernya. Tapi Hardi sendiri berdiri tanpa luka di lehernya.

Namun bagi para polisi senior di Hampang. Pengakuan begitu sudah biasa. Ilmu kebal masih dimiliki beberapa warga pedalaman di Hampang.

"Kami pun meminta Hardi menceritakan semuanya dengan lengkap," kata Kapolsek Hampang Ipda Marjoko kepada Jurnal Banua, Kamis (28/3) tadi.

Sabtu siang (23/3), kata Hardi. Dia dan anaknya sedang santai di kebun durian. Mereka tiba-tiba mendengar bunyi gerisik. Tidak jauh dari mereka terlihat beberapa pemuda mau menebang pohon.

Hardi pun menegur. Pengakuan Hardi, para pemuda itu marah ketika ditegur. "Ikam kah yang menanam pohon ini," kata Hardi mengulang ucapan salah satu pemuda.

Tanpa banyak bacot kata Hardi, para pemuda yang tinggal di Hampang itu menyerang dirinya dan anaknya. Menyabetkan parang. Mengenai tangan dan kaki sang anak, luka parah.

Walau begitu, anak Hardi sempat melarikan diri. Sementara Hardi sendiri dikeroyok hebat. Hardi mengaku lengannya sempat ditangkap. Dan dari belakang parang digorokkan ke lehernya.

Entah apakah parang itu dibalik atau memang Hardi kebal, lehernya selamat. Hanya ada goresan kecil. "Sudah kami periksa, ada goresan seperti benda tajam. Tapi tidak dalam lukanya," kata Marjoko.

Sementara anaknya sudah mendapat perawatan di Puskemas Hampang. Mendapatkan nama-nama, polisi bergerak cepat. "Nama-nama pengeroyok memang dikenal suka bikin ribut. Dan suka main keroyok," resah Marjoko.

Polisi ini menyayangkan tempramental dan main jago masih ada. "Masalah sepele padahal. Ini tugas kita semua, memberikan pendidikan kepada masyarakat," imbuhnya.

Polisi di Hampang berhasil membekuk salah satu diduga pelaku yang mau kabur ke Loksado

Tidak makan waktu lama. Senin (26/3) salah satu pelaku berinisal MR berhasil dibekuk. Saat itu pelaku sudah mau kabur ke kabupaten tetangga, mau ke Loksado. Hampang memang berbatasa dengan Loksado. Sementara para tersangka lainnya masih dalam pengejaran. (JB)
Space Iklan

Tags

Posting Komentar